Outage Management
Peluang besar dalam peningkatan kinerja dengan mengoptimalkan interval pelaksanaan serta lingkup pekerjaan outage.
Iqbal Firdhaus

Aset fisik merupakan salah satu bagian terpenting dalam menjalankan proses produksi. Untuk mencapai target produksi yang sudah ditentukan, maka keandalan dari aset-aset yang ada di industri tersebut harus dijaga sebaik mungkin atau bahkan ditingkatkan agar tetap dapat beroperasi sesuai dengan keinginan dan tujuan user.

Terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menjaga atau meningkatkan keandalan suatu asset, salah satunya adalah dengan melakukan Outage / Overhaul / Turnaround. Kegiatan Outage / Overhaul / Turnaround adalah kegiatan pemeliharaan aset yang dilakukan secara periodik (dalam satuan tahun) dan memerlukan kondisi stop operasi agar dapat dilakukan pemeliharaan secara menyeluruh dan mendetil.

Gambar 1. Production vs. Hours Diagram

Outage Management merupakan aktivitas untuk mengoptimalkan interval pelaksanaan serta lingkup pekerjaan outage yang memberikan peluang besar dalam peningkatan kinerja pembangkit. Outage Management dilakukan dengan tujuan untuk memitigasi risiko sebesar mungkin dengan biaya seminimal mungkin, dengan cara:

  • Mengoptimalkan lingkup pekerjaan
  • Menambah interval antar outage
  • Mengurangi durasi pelaksanaan outage

Dengan mengimplementasikan Outage Management, pelaksanaan outage dapat menjadi lebih singkat sehingga budget yang dikeluarkan dapat diminimalisasi. Selain itu, performa Unit tidak akan mengalami penurunan performa atau bahkan dapat meningkat, sehingga target operasi dan produksi tetap terjaga dan menjadi lebih optimal.

Gambar 2. Reliability Improvement Sequence

Dari Gambar 2, Outage Management termasuk pada tahapan task execution. Dalam Outage Management, risk mapping dilakukan dengan cara analisa RiBM (Risk Based Maintenance). Proses risk mapping, plan dan schedule adalah bagian dari Outage Management Preparation. Tahap implementasi dilakukan setelah tahap persiapan, yang pada Outage Management disebut dengan Outage Management Execution. Outage Management Evaluation dijadikan sebagai acuan untuk continuous improvement dalam proses Outage Management selanjutnya.

outage management cycle

Gambar 3. Outage Management Cycle

Berikut beberapa tahap yang dilakukan untuk memaksimalkan pelaksanaan outage management:

    1. Outage Management Preparation,

      Merupakan tahap persiapan sebelum melakukan kegiatan outage, yang terdiri dari:

      1. Outage Scope Meeting (R1 – R3).
      2. Outage Resources Meeting (P1 – P3).
      3. Contingency Plan.
    2. Outage Management Execution,

      Tahapan pelaksanaan outage.

      1. Outage Control Center.
      2. Tools and materials readiness.
    3. Outage Management Evaluation,

      Merupakan tahapan selama outage dan post outage yang juga nantinya akan digunakan sebagai dasar pelaksanaan kegiatan outage berikutnya.

      1. Daily Meeting.
      2. Daily Outage Report.
      3. Leading and Lagging Indicator (Post Outage).
        • Planning Compliance: Outage Duration
        • LCS Compliance: EAF Value

More for You

Mendorong Kesinambungan Penerapan Cataloging
Analisis RAM
Outage Management

Subscribe to our newsletter